Name :
Loisa, S.KH
Sex :
Female
Place, date of birth :
Bekasi, July 1st 1989
Nationality :
Indonesian
Campuss :
Bogor Agricultural University (IPB)
Permanent address :
Cibeber street no. 02, RT/RW. 03/04, Kec. North Cikarang, Kab. Bekasi, West Java 17550
Address in Bogor
Lapriesta’s boarding house Km 10, Babakan Leuwikopo Dramaga Bogor, West Java
Mobile phone :
+62812 855 1669/+6251 955 1030
E-mail :
loisa_imut@yahoo.com
Konsep Kesejahteraan Hewan Penting Bagi Hewan, Manusia, dan Lingkungan dan Solusi Untuk Mensosialisakan Kesejahteraan Hewan di Indonesia
Hewan merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang harus dijaga, dilestarikan, dan diperhatikan kehidupannya oleh manusia. Keberadaan hewan di sekitar manusia memiliki berbagai manfaat bagi hewan itu sendiri, hewan lain, manusia, dan lingkungan. Pemanfaatan hewan oleh manusia harus dilakukan secara wajar dan tetap tidak mengabaikan kesejahteraan hidup hewan tersebut. Bidang yang saya pelajari saat ini lebih menuntun dan mengajarkan hal baik dengan lebih menyayangi dan memperlakukan hewan sebagaimana mestinya.
Konsep animal welfare atau kesejahteraan hewan merupakan aspek penting bagi manusia yang sering memanfaatkan hewan dalam kehidupannya sehari-hari. Konsep kesejahteraan hewan sering mengacu pada prinsip yang sering dikenal sebagai lima kebebasan untuk hewan (five freedom), antara lain kebebasan dari rasa lapar dan haus, kebebasan dari rasa tidak nyaman,
kebebasan dari rasa sakit, cedera, dan luka, kebebasan dari rasa takut dan tertekan, serta kebebasan untuk bertingkah laku secara alamiah. Sebagai contoh, berikut penjelasan lima kebebasan pada hewan kesayangan (anjing dan kucing), antara lain:
1. Kebebasan dari rasa lapar dan haus (freedom of hunger and thirst)
Semua hewan memerlukan makan dan minum, sama seperti manusia. Oleh karena itu, semua hewan yang dipelihara harus disediakan cukup air dan makanan agar tidak kelaparan, serta hewan harus diberi makanan bergizi dan suplemen vitamin.
2. Kebebasan dari rasa tidak nyaman (freedom of discomfort)
Semua hewan harus merasa nyaman tinggal disuatu tempat dengan menyediakan tempat tinggal yang layak seperti memberikan kandang yang beralaskan handuk ataupun bantal.
3. Kebebasan dari rasa sakit, cedera, dan luka (freedom of pain, injury and disease)
Semua hewan harus dijaga kesehatannya agar tidak mudah terserang penyakit yang mudah menular, seperti virus dan hewan harus dibawa ke klinik hewan apabila cidera ataupun terluka.
4. Kebebasan dari rasa takut dan tertekan (freedom of fear and distress)
Jangan sakiti hewan karena hewan memiliki rasa takut dan stres. Oleh karena itu, sebaiknya hewan diberi kebebasan untuk bermain dengan hewan sejenisnya dan berikan taman bermain yang luas.
5. Kebebasan untuk bertingkah laku secara alamiah (freedom of express normal behavior)
Semua hewan ingin hidup dengan bebas, seperti menggonggong dan bertingkah laku selayaknya hewan. Oleh karena itu, peliharalah hewan dengan baik dan juga tidak mengganggu hewan ataupun manusia lain disekitarnya.
Prinsip lain kesejahteraan hewan bagi hewan laboratorium terdiri dari tiga poin yang sering disebut sebagai animal care and uses. Penggunaan hewan
coba ini diatur oleh suatu komisi etik penggunaan hewan atau penelitian yang di IPB sendiri diatur berdasarkan Surat Keputusan Rektor. Poin-poin tersebut terdiri dari replacement yaitu mencari pengganti agar tidak menggunakan hewan taksonomi tinggi, contoh jika hanya ingin melihat kerja dari suatu obat sebaiknya menggunakan hewan yang memiliki tingkat taksonomi yang rendah, seperti mencit. Reduction yaitu mengurangi jumlah hewan percobaan, dan refinement yaitu memperbaiki dan memperhalus perlakuan terhadap hewan percobaan. Komisi etik ini tidak mempersulit para peneliti, tetapi lebih memodifikasi metode kerja yang digunakan oleh peneliti sebagai contoh jika peneliti menggunakan 100 ekor hewan coba maka komisi etik ini dapat memodifkasi metode kerja untuk menggunakan hewan coba sebanyak 50 ekor saja. Penggunaan hewan coba ini harus didampingi oleh seorang dokter hewan sehingga dalam setiap aspek percobaan atau penelitian yang menggunakan hewan coba harus mengikutsertakan peran dokter hewan didalamnya.
Keberadaan hewan di dunia memiliki banyak manfaat bagi hewan itu sendiri, hewan lain, manusia, dan lingkungan. Bidang yang saya pelajari saat ini sangat membuka wawasan bagi saya sebagai mahasiswa kedokteran hewan bahwa hewan memberikan banyak manfaat bagi manusia sehingga harus diperhatikan kesejahteraannya.
Keberadaan hewan di dunia akan berpengaruh pada kesehatan manusia, hal ini berhubungan dengan manajemen pemeliharaan hewan yang baik. Jika manusia mengurus hewannya dengan baik maka akan menurunkan resiko penularan penyakit kepada manusia (zoonosis) dan keracunan makanan. Keracunan makanan sering terjadi dari produk pangan asal hewan dan sangat terkait dengan penanganan hewan sebelum dipotong, sebagai contoh E. coli yang alur penularannya pada manusia akibat daging yang terkontaminasi oleh kotoran hewan atau feses, hal ini dipengaruhi oleh keadaan ternak atau hewan di dalam kandang, populasi hewan yang terlalu padat, serta
penanganan hewan sewaktu pemotongan yang tidak memperhatikan higiene dan sanitasi lingkungan.
Penyakit zoonosa merupakan hal penting yang harus menjadi perhatian karena semakin banyaknya penyakit zoonosa yang muncul, seperti rabies, flu burung, brucellosis, dan lain-lain. Kasus-kasus yang sering terjadi di manusia ini sebaiknya dianalisa dan dicari solusi permasalahan dengan memotong rantai penyebaran penyakit dihewannya, bukan pada manusianya itu sendiri.
Keberadaan hewan juga akan mempengaruhi perkembangan sosial di dalam masyarakat karena sikap dan perilaku manusia terhadap hewan akan sangat mempengaruhi sikap dan perilaku antar manusia itu sendiri, seperti yang pernah dikatakan oleh Mahatma Gandhi bahwa kebesaran sebuah bangsa dan ketinggian tingkat moralnya dapat dinilai dari cara bagaimana mereka memperlakukan hewan-hewannya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu bagaimana memeperlakukan hewan.
Sektor pertanian dan peternakan merupakan sektor utama dalam kehidupan manusia, sektor peternakan ini sangat memberikan manfaat dimana seluruh perekonomian keluarga sangat tergantung pada hewan ternak tersebut. Hewan ternak yang dipelihara dengan baik dan benar dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan kelaparan bagi manusia. Pemeliharaan yang baik akan meningkatkan produktifitas ternak dan menolong perekonomian peternak dalam mencukupi kebutuhan pangannya sendiri, keluarga, dan komunitasnya.
Bencana alam merupakan kejadian alam yang tidak dapat diprediksi oleh manusia kecuali menggunakan alat pendeteksi bencana, sejak jaman dahulu manusia sudah memanfaatkan hewan sebagai pendeteksi bencana alam dengan melihat perilaku hewan yang berbeda dari biasanya, hal ini disebabkan oleh hewan memiliki perasaan yang lebih sensitif atau peka untuk mendeteksi adanya bencana sehingga perilaku hewan sebelum datang bencana akan memberikan signal positif kesiapsiagaan manusia terhadap bencana yang akan terjadi.
Kelestarian lingkungan dipengaruhi oleh keberadaan hewan di dunia karena pengelolaan hewan yang dilaksanakan dengan baik dan benar serta bertanggung jawab akan berdampak pada penggunaan lahan, perubahan iklim, polusi, ketersediaan air, habitat, konservasi, dan keanekaragaman yang lebih baik.
Kesejahteraan hewan juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan dengan mengakhiri kekejaman pada hewan untuk selama-lamanya. Hewan merupakan makhluk yang memiliki perasaan dan mudah sekali stres, kekejaman ini sering terjadi pada hewan liar atau satwa liar yang dijual di pasar hewan (Gambar 1). Kejadian ini sering sekali menyebabkan kematian hewan karena kekejaman dan keserakahan manusia. Hal ini harus disadari oleh manusia bahwa dalam kehidupan hewan akan menunjang kehidupan manusia dan lingkungannya di masa depan.
Gambar 1 Penjualan tukik di Pasar Hewan Jatinegara (dokumentasi pribadi diambil pada tanggal 16 Desember 2011)
Konsep kesejahteraan hewan yang diterapkan di Indonesia sebaiknya melibatkan berbagai aspek bidang ilmu dan cara untuk menerapkan kesejahteraan hewan di Indonesia antara lain:
1. Semua elemen masyarakat yaitu pemerintah, pelaku ekonomi, dan istutusi harus berperan aktif dalam mendeklarasikan kesejahteraan hewan di Indonesia.
2. Perguruan tinggi memasukkan kesejahteraan hewan di dalam kurikulum pendidikan.
3. Seluruh masyarakat harus memahami konsep kesejahteraan hewan.
4. Sektor penelitian dan pengembangan yang menggunakan hewan coba harus menerapkan standar kesejahteraan hewan dan diawasi oleh sebuah institusi.
5. Sektor agribisnis atau ekonomi harus memperhatikan rantai kesejahteraan hewan.
6. Asosiasi-asosiasi yang berhubungan dengan hewan berperan aktif dalam advokasi mengenai kesejahteraan hewan.
7. Peran aktif orang-orang profesi, seperti kompetensi kurikulum, asosiasi, dan advokasi dalam penerapan kesejahteraan hewan.
8. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) berperan aktif dalam mengkampanyekan kesejahteraan hewan kepada semua kalangan.
9. Support implementasi kesejahteraan hewan di Indonesia oleh agensi intern, seperti FAO, WHO, dan OIE.
10. Sebaiknya dibuat suatu modul pelatihan kesejahteraan hewan yang dirumuskan oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan pemerintah.
No comments:
Post a Comment